Dunia pemberdayaan masyarakat adalah hal yang aku sukai sejak di bangku kuliah. Dunia pasca kampusku juga selalu diwarnai dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Setelah kurang lebih 11 bulan (2015-2016) mendampingi masyarakat desa terpencil di Alor, di tahun 2017 aku bergabung dengan Ocean Fresh. Sebuah bisnis sosial yang bergerak di bidang rumput laut. Di perusahaan ini aku bekerja sebagai koordinator petani yang bertugas memberdayakan petani rumput laut di Karimun Jawa, Parigi, Muna dan Sumbawa Barat. Aku mulai belajar tentang rumput laut di daerah Kertasari, Sumbawa Barat.

Desa Kertasari adalah salah satu penghasil utama rumput laut dari Pulau Sumbawa. Mayoritas penduduk desa kertasari berprofesi sebagai petani rumput laut. Rumput laut yanng dibudidayakan oleh mereka adalah jenis Euchema cottoni. Sistem budidaya rumput laut yang digunakan masyarakat kertasari adalah sistem patok dasar. Teknik patok dasar ini dibuat dengan membentangkan tali diantara dua patok yang telah ditancapkan di dasar pantai. Sistem yang paling cocok untuk daerah kertasari ini sistem patok dasar,”kata Pak Amir yang juga salah satu ketua kelompok petani rumput laut. Dulu pernah di coba dengan sistem rakit, sistem longline, tetapi tidak berhasil.

Tahapan budidaya rumput laut dimulai dengan menyiapkan peralatan budidaya. Perlengkapan budidaya yang dibutuhkan dalam teknik patok dasar meliputi : tali nilon, tali plastik (tali es), patok (dari bambu). Selain alat-alat budidaya perlu juga disiapkan perlengkapan untuk menyiapkan bibit dan penjemuran untuk pasca panen. Untuk menyiapkan bibit biasanya para petani membangun gubuk-gbubuk di pinggir pantai. Gubuk ini berfungsi menjadi tempat berteduh saat menyiapkan bibit sebelum di bawa ke laut. Selain itu gubuk berfungsi untuk menyimpan berbagai peralatan budidaya rumput laut.

Proses mengikat bibit rumput laut

Proses mengikat bibit rumput laut

Setelah peralatan budidaya rumput laut tersedia, selanjutnya perlu disiapkan bibit rumput laut yang berkualitas. Ciri bibit yang berkualitas adalah yang usianya sekitar 30 hari, memiliki banyak tunas, dan tidak terserang penyakit. Para petani ada yang melakukan pembibitan secara mandiri, ada juga yang membeli bibit baru. Kalau harga bibit di Kertasari sekitar 2000 rupiah per kilogramnya,”kata Bibi Denta, salah satu petani rumput laut di Kertasari.  Bibit-bibit yang telah disiapkan selanjutnya dipasang di tali plastik yang telah disiapkan. Bibit-bibit tersebut diikat pada tali nilon yang panjangnya berkisar 12 m. Bi Densiti, salah satu warga yang sudah lama bergelut dengan rumput laut menjelaskan bahwa, 100 kg bibit biasanya bisa kami pakai untuk 40 tali. Jadi rata-rata bibit yang dibutuhkan untuk 1 tali dengan panjang 12 m, sekitar 2,5 kg.

Bibit yang sudah diikat selanjutnya dibawa ke laut untuk dipasang pada patok yang telah disiapkan. Lokasi patok di laut menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan budidaya rumput laut. Pastikan lokasi yang dipilih terhindar dari ombak yang besar, karena rumput laut bisa patah dan hancur. Jangan menanam pada area terumbu karang, karena dapat mengganggu ekosistem. Pastikan lokasi menanam selalu tergenang air dan mendapat penyinaran matahari. Sinar matahari bermanfaat untuk fotosintesis rumput laut.

Seorang ibu-ibu sedang menjemur rumput laut di pinggir pantai kertasari

Seorang ibu-ibu sedang menjemur rumput laut di pinggir pantai kertasari

Rumput laut yang berumur 45 hari sudah bisa dipanen. Untuk memanen rumput laut dari laut dapat menggunakan sampan.  Dari sampan di pinggir pantai, rumput laut diangkut menuju tempat penjemuran. Saat cuaca cerah, penjemuran membutuhkan waktu sekitar 3-4 hari. Rumput laut yang telah kering selanjutnya dibersihkan dari garam dan kotoran-kotoran yang menempel. Rumput laut yang telah bersih selanjutnya dapat dijual ke pengepul yang ada di desa. 1 kilogram rumput laut harganya berkisar 7000-8000 rupiah.

Oleh : Madi

Sumbawa, Juni 2017

 

Share this :