Membaca Kejadian

Dua hari lalu saya menemani Ibu saya di RSUD. Kami sedang menunggu antrian di salah satu poli. Dari 58 pasien Ibu saya mendapat nomor antrian terakhir. Lama nunggunya? Iya lah namanya juga poli. Oke bukan itu yang mau dibahas. Diantara banyak pasien yang menunggu, ada beberapa pasien yang menarik perhatian saya. Tidak, saya tidak ingin menceritakan semuanya. Hanya satu case. Di ujung kursi tunggu ada satu keluarga kecil. Ayah Ibu dan Balita. Si anak berumur kurang lebih 3 tahun. Anak kecil ini sebelumnya jatuh dari tangga dan menjadikan kedua matanya bengep, membekas hitam. Continue reading Membaca Kejadian

Share this :

Kecanduan Pilu

Tanggal 11 Januari 2016 kemarin sebagian teman-teman saya yang notabene alumni Patriot Energi (PE) batch 1 dan 2 kembali menantang diri mereka sendiri untuk kembali ke desa. Kali ini mereka berangkat ke pedalaman Kalimantan Timur tepatnya di Berau. Mendengar kata Berau pasti yang terngiang Derawan dan Biduk-Biduk. Ya kan ya kan 🙂. Continue reading Kecanduan Pilu

Share this :

Buku Untuk Kaimana

Membaca merupakan salah satu kompetensi terpenting dalam kehidupan manusia dari dulu hingga sekarang. Namun tahukan kalian, masih banyak di belahan bumi pertiwi ini anak-anak belum mampu mengeja kata dengan tepat. Banyak faktor yang menyebabkan itu semua. Faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berasal dari diri masing-masing anak yang kurang termotivasi untuk belajar membaca dengan baik sedang faktor eksternalnya adalah kurangnya pengajaran kepada mereka serta fasilitas belajar membaca yang belum ada. Continue reading Buku Untuk Kaimana

Share this :

Tentang Aris

Pagi hari kala itu berbeda dengan pagiku sebelumnya, bangun dengan gelap. Yang kulakukan pertama kali adalah meraba handphone untuk melihat jam digital. Secara jelas dari sekitar terdengar suara ayam sahut menyahut. Bukan bising, aku menikmati merdunya. Mata sayu melihat layar handphone, jam tiga dini hari. Sepagi itu ayam sudah mulai memanggil sang fajar berulang-ulang. Kuputuskan untuk menunggu subuh dengan gelap sambil meraba perlahan dinding-dinding kayu rumah menuju kamar mandi. Berwudhu pagi hari dengan air kecoklatan bukan masalah besar, aku hanya perlu membiasakan diri mulai detik itu. Continue reading Tentang Aris

Share this :

Tolong, Aku Kangen !

Hampir sebulan aku di Kaimana. Karena kondisi cuaca dan transportasi menuju desa penempatan yang belum bersahabat jadilah aku harus tetap tinggal di kota dengan segala kenyamanan yang membuatku kadang jengah. Tapi tidak apa-apa pastu ada hikmahnya. Aku masih tetap bahagia, bahagia dengan jalan kaki keluar rumah sambil lihat matahari yang jarang muncul. Naik angkot sampai ujung kota kemudian kembali lagi pulang ditemani pemandangan laut sepanjang jalan. Melihat ombak yang menderu terbawa angin timur yang maha dahsyat. Atau hanya sekedar mengobrol ini itu dengan Bapak Ibu Kos yang asalnya dari Jogja. Semua itu membuatku selalu ingat “Sabar” yang di sampaikan teman, keluarga, bahkan Pak Dain pegawai Pemda suatu waktu. Continue reading Tolong, Aku Kangen !

Share this :