Madina's Family

Writing, Travelling, Empowering

Tag: Alor

Mengunjungi Al Quran Tertua Se-Asia Tenggara di Pulau Mayoritas Kristen

                Surga di Timur Matahari. Begitulah sebutan untuk pulau cantik di Nusa tenggara Timur. Selain keelokan alam dan budayanya, pulau ini  juga menawarkan indahnya toleransi beragama. Masyarakat pesisir Pulau Alor mayoritas beragama Islam, sedangkan daerah pegunungan didominasi oleh penduduk beragama Kristen Protestan dan Katolik. Meski berbeda secara agama, mereka hidup rukun dalam hubungan adat dan darah. Continue reading

Share this :

Ketika Umat Muslim, Kristiani dan Katolik Berkolaborasi dalam Ketahanan Pangan di Pelosok Desa Alor

Bagaimana ya, rasanya menjadi minoritas ? Menjadi Muslim seorang diri di tengah umat kristiani yang tinggal di pelosok desa terpencil. Bagaimana membangun kolaborasi dengan masyarakat yang berbeda beda suku, bahasa, maupun adat istiadat ? Continue reading

Share this :

Cahaya Kami dari Timor Leste

Dua hari dua malam yang tak akan terlupakan dalam hidup kami. Begitulah kami berlima kompak berucap dari hati. Saya bersama dirga, ais,lina dan rista berkesempatan untuk melakukan survei PLTS dan PLTMH guna diusulkan ke pemerintah pusat lewat dinas pertambangan dan energi di Alor. Cerita ini berwal ketika bapak desa Manmas mengajak saya berdiskusi tentang desa-desa di bagian selatan Alor yang belum mendapatkan akses listrik.”Mas, sampai dunia kiamat itu PLN juga gak akan masuk ke daerah itu, “kata Bapak Desa dengan nada tinggi. Aku terdiam dan penasaran, ini benar atau berlebihan yaa, gumamku dalam hati. Continue reading

Share this :

Karya Nyata dari Listrik Desa

“Orang bilang tanah kita tanah surga. Tongkat kayu dan batu jadi tanaman”. Potongan lagu Koes Plus yang menggambarkan kesuburan tanah di Indonesia. Sayangnya lagu itu tidak seluruhnya mewakili daerah-daerah di Indonesia. Kalau di daerah NTT lirik lagu tersebut diplesetkan menjadi “Orang bilang tanah kita tanah surga. Tongkat kayu dan batu jadi tawuran. Stereotype yang muncul dari daerah NTT memang tidak jauh dari daerah yang tandus dan kerusuhan. Lalu apakah semua daerah di NTT semuanya seperti itu? Continue reading

Share this :

Menelusuri Jejak-jejak Ketahanan Pangan Masyarakat Pegunungan Alor

“Biarkan orang Papua mandiri dengan sagunya, orang Flores dengan sorgum dan orang Alor dengan jagungnya. Kalau anak-anak kecil dan anak mudanya selalu dijejali dengan beras tanpa melihat sejarah pemenuhan pangan nenek moyangnya, maka bangsa ini akan terus bergantung pada beras. Kita akan terus mengimpor beras dan menggantungkan diri pada bangsa lain.”

KETIKA WANITA BATAK JATUH CINTA DENGAN ALOR

Minggu lalu, selama 5 hari 5 malam aku bersama 5 teman patriot melakukan survei PLTS dan PLTMH di daerah Alor Selatan dan Alor Timur Laut. Di tengah survei aku berjumpa dengan sosok wanita yang kulitnya putih dan berbeda dengan perawakan orang Alor pada umumnya. Ternyata sosok wanita itu adalah orang Batak yang menikah dengan orang asli Alor. Aku lupa nama lengkapnya, yang kuingat dia punya marga Lingga. Okay, kita sebut saja dia Kak Lingga. Pertama aku tanya, kok bisa nikah dengan orang alor Kak,”tanyaku. Wah kalau udah cinta setengah mati mau gimana lagi, “Jawabnya dengan bumbu senyuman. Kulihat suami di sampingya juga tersipu-sipu. Aduh jadi pengen,eh. Continue reading

Share this :

© 2018 Madina's Family

Theme by Anders NorenUp ↑